03 Mei 2008

Waktu Luang

Secara tidak sadar saya terlalu jenuh dengan rutinitas yang membosankan.Saya sadar itu berbahaya dan akan membuat kita tidak produktif.Banyak waktu yang saya habiskan untuk mengevaluasi dan mengevaluasi pekerjaan.Memang itu pekerjaan yang membosankan tetapi saya harus lakukan. Menurut Jack Trout dalam bukunya lupa saya judulnya menyebutkan bahwa CEO- CEO di perusahaan 500 terhebat didunia meluangkan waktunya untuk mempelajari dan melakukan:
1.Strategi persaingan
2.Pengelolaan SDM
3.Mengikuti perkembangan tehnologi
4.Pengelolaan perubahan
5.Pengelolaan keuangan
Saya sadar waktu-waktu saya harus digunakan untuk melakukan hal-hal tersebut, tetapi saya sering lupa, bahwa kadang rutinitas yang membuat pekerjaan selalu tidak pernah habis dan kurang berhasil dampaknya bagi organisasi.Saya ingin berhenti sejenak dari rutinitas....

28 April 2008

Wirausahawan

Mungkin beberapa banyak buku yang mengajarkan bagaimana jadi wirausahawan yang sukses. Setelah beberapa buku saya baca dan ahkirnya saya mendapatkan kesimpulan dari bagaimana jadi seorang wirausahawan. Berawal dari suatu ide yang akan diwujudkan dalam bentuk tindakan sehingga akan menghasilkan suatu manfaat baik bagi pelakunya ataupun bagi orang lain yang ikut mengusahakannya dan yang menerima hasil dari usaha tersebut.
Yang paling penting adalah pertanyaan kepada diri kita sendiri jika ingin jadi seorang wirausaha :
" Apakah saya benar-benar bertekad untuk bekerja tujuh hari seminggu selama berbulan-bulan untuk membuat ide ini sukses ?? "
Kunci pertanyaan pada diri sendiri inilah yang membuat para wirausahawan ini mempunyai modal motivasi dalam diri sendiri. Untuk jadi sukses ada persyaratan yang diperlukan yakni :
1. Memahami dan memiliki keterampilan untuk menjadi manajer yang efektif
2. Mempunyai disiplin diri untuk menerapkannya
Dan satu lagi, rahasia untuk menjadi baik dalam bisnis adalah masuklah kedalam bisnis yang baik, yakni bisnis yang tidak merusak dan bisnis yang membuat orang lain menjadi baik

21 April 2008

Mengambil Keputusan

Proyek Kiosehat yang saya cita-citakan hampir setahun ini mulai ada titik ahkirnya,Kiosehat merupakan unit usaha pioner dalam layanan kesehatan.Saya belum yakin 100 persen akan kesuksesannya, tapi menurut petuah bijak yang saya dapatkan bahwa kita harus siap gagal dalam memulai sesuatu hal yang baru.
Projek kiosehat ini didukung dana 45 juta dan profesional IT,Marketing, Akunting, SDM dan R&D yang saya dedikasikan untuk menjadi pioner info kesehatan yang ada dimana-mana berupa satelit dari klinikita. Dana 45 juta tersebut bisa hilang tanpa sisa ataupun bisa berkembang menjadi 10 kali lipatnya. Rencana kiosehat pertama akan berdiri di DP mall Semarang, tetapi setelah saya cek lapangan dan cek pasar secara asumsi, dimana sewa lahan untuk kiosehat di DP mall sendiri hampir 5 juta sebulannya dan trafik yang belum mampu untuk menyukseskan projek ini maka saya berusaha untuk menunda projek ini agar lebih matang lagi. Dari sistem sampai marketing, dan kepegawaiannya sudah hampir selesai.
Projek kiosehat yang rencana akan berdiri di mall mall kita alihkan ke hotel berbintang dan bandara udara, semoga strategi ini membawa hasil yang signifikan.

14 April 2008

Marketing dengan Tangan tak terlihat

Alhamdulilah, segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Alloh swt untuk segala nikmat dan karunia yang saya dapat selama ini.Mungkin kita semua disibukkan oleh kegiatan duniawi dan kita hampir melupakan berapa banyak nikmat yang telah kita dapatkan selama ini.
Dalam dunia bisnis yang serba banyak hambatan dan persaingan ternyata menurut tausiah yang saya dengar dari ustad Reza Syarif peran-peran tangan yang tidak terlihat / invisible hand masih sangat dibutuhkan untuk kesuksesan dalam berbisnis.
Ada ilmu marketing yang saya pelajari dari Philip Kotler,al Ries, Jack Trout maupun dari Hermawan sendiri menuntut kita selalu kreatif dan selalu fokus pada perubahan. Karena hal yang tetap didunia adalah perubahan maka saya cenderung untuk meng update ilmu yang saya dapat dan akan saya lakukan menjadi kebijaksanaan organisasi.
Menurut Ustad tersebut, jangan lupa setelah kita mempelajari berbagai ilmu,seharusnya kita juga memanfaatkan Invisible hands tersebut untuk menunjang kesuksesan kita.
Tangan2 tak terlihat tersebut merupakan Ridho/ dukungan dari Tuhan yang dilewatkan melaui :
1.Dukungan kebajikan dan kearifan seorang ibu kandung
2.Dukungan doa dari orang yang teraniyaya
3.Dukungan doa dari orang -orang fakir/miskin dan yatim/piatu
Maka dengan hal-hal keduniawian tersebut di organisasi kami mulai mencoba untuk melibatkan ibu,orang teraniyaya dan orang yang kurang beruntung didunia ini untuk meng-amini segala visi-dan misi kami didalam organisasi,dan syukur alhamdulilah semuanya berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dan selalu ada peluang yang datang untuk menghampiri kami.
Saya yakin jika semua orang berbisnis dengan meminta dukungan dari orang2 tersebut diatas maka niscaya ridho/dukungan tuhan akan menyertai kita.

12 April 2008

Sistem Informasi Klinikita

Saya ingin bercerita tentang sistem informasi klinikita yang saya bangun bersama-sama.
Awalnya saya pikir Sistem ini akan hanya menghabiskan uang, tapi kenyataannya memang sistem informasi Klinikita sudah menghabiskan dana lebih dari 30 juta hanya untuk mengembangkan softwarenya saja.
Mungkin saya pada awalnya merasa sungguh berat mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk kelas layanan Kesehatan Dasar, tapi saya yakin tentang langkah saya ini untuk terus mengembangkan sistem informasi ini dengan dana berapapun sehingga akan dapat mempermudah sistem yang kami bangun bersama-sama para profesional yang kami punya.
Saya berkeinginan membangun database yang kokoh untuk menampuh data para pasien/ tamu yang berobat di Klinikita,sehingga dengan mudah nanti tamu/pasien tersebut dapat mengakses database kesehatannya secara onLine ataupun melalui SMS gateway.
Tahun 2008 ini kami mentargetkan database Klinikita sudah tersinkronisasi atar cabang dan dapat diakses oleh dokter dan para pasein kami dimanapun berada melalui SMS ataupun Website kami.
Hidup akan Lebih mudah dengan data kesehatan pribadi yang terekam seumur hidup di Klinikita.